Kampanye "Jangan Asal Klik" ingin mengajak kita berhenti sejenak. Cek dulu. Apakah pesan ini mencurigakan? Dari siapa asalnya?
Victor Indajang, Chief Operating Officer VIDA, punya pandangan lebih dalam. Ia melihat penipuan digital sekarang sudah berubah. Bukan lagi kerja individu, tapi sudah terorganisir rapi bak sebuah industri.
Karena itu, menurutnya, pertahanan utama harus dimulai dari diri sendiri. Jangan gampang tergiur. Jangan terburu-buru. Biasakan untuk berhenti, cerna informasinya, verifikasi, baru bertindak.
Lalu, Bagaimana Caranya Agar Aman?
VIDA memberikan beberapa kiat praktis untuk membangun kebiasaan digital yang lebih aman, terlebih saat THR cair:
- Jangan mudah klik tautan dari pengirim tidak dikenal, apalagi yang bikin panik.
- Ingat, OTP, PIN, atau kode verifikasi itu rahasia. Jangan pernah dibagikan.
- Hati-hati dengan file APK atau dokumen yang meminta instalasi aplikasi tambahan.
- Selalu verifikasi ulang permintaan transfer dana, meski katanya dari saudara atau teman dekat.
Victor menekankan, di momen seperti pencairan THR, bahayanya sangat nyata.
"Satu tautan palsu yang terlihat meyakinkan bisa memicu account takeover atau pencurian data dalam hitungan detik. Siapa pun bisa terjerat. ... Kami percaya kesadaran publik adalah fondasi keamanan dan kepercayaan di ekosistem digital. Edukasi perlu dimulai dari diri sendiri dengan memahami tanda-tanda penipuan, menyadari risikonya, dan berpikir dua hingga tiga kali sebelum mengeklik tautan," jelasnya.
Intinya, di tenging euforia THR, tetaplah waspada. Karena para penipu tidak pernah libur.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 19 Maret 2026 Tetapkan Kepastian Lebaran, Potensi Beda dengan Muhammadiyah
Anies Baswedan Kunjungi Keluarga Andrie Yunus, Korban Penyiraman Air Keras di RSCM
Arus Mudik Lebaran 2025 Naik 15 Persen, Puncak Diprediksi Malam Ini
Warga Manado Buka Puasa Sabtu Ini Pukul 17.56 WITA