Prabowo menegaskan, bersikap seolah situasi aman-aman saja bukanlah pilihan. Banyak negara lain, katanya, sudah bergerak lebih dulu. Ia lalu memberi contoh Pakistan, yang menurutnya telah mengambil langkah-langkah cukup drastis.
“Ini ada langkah Pakistan. Ini hanya sebagai perbandingan,” ucapnya sembari menampilkan paparan grafis.
Menurut penjelasannya, Pakistan menganggap situasinya sudah kritis. Mereka menerapkan kerja dari rumah bagi 50% pegawai, baik di pemerintahan maupun swasta. Bahkan hari kerja dipangkas menjadi hanya empat hari dalam seminggu.
“Jadi mereka menganggap ini sudah kritis jadi dikatakan critical measures. Seolah-olah bahwa ini bagi mereka adalah ini dulu seperti kita dulu COVID,” papar Prabowo.
Intinya, pesannya jelas. Di tengah badai geopolitik yang memanas, bersiap dan berhemat adalah keniscayaan. Bukan soal panik, melainkan langkah waspada yang realistis.
Artikel Terkait
Jadwal Buka Puasa Bandung 14 Maret 2026 Pukul 18.10 WIB
Perantau Tempuh Rute Berliku Jakarta-Surabaya-Medan Demi Mudik Lebaran
Gerindra Siapkan Rp 10 Juta untuk Pelapor Penyelewengan Solar Subsidi
Gelombang Pemudik Lebak Bulus Mulai Padat, Tiket Bus Naik Drastis