“Perintah Pak Menteri tindak tegas. Jadi kemungkinan bisa kami tilang, kemungkinan bisa kami keluarkan, kemungkinan kami kandangkan. Kita udah siap alternatif-alternatif itu,” tambah Agus tanpa basa-basi.
Operasi Ketupat tahun ini, menurutnya, jauh lebih dari sekadar menempatkan petugas di jalan. Ia menegaskan operasi ini sebagai wujud kehadiran negara untuk menjamin keamanan selama Ramadan hingga Idul Fitri dan Hari Nyepi. Tagline ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’ bukan sekadar slogan kosong.
“Operasi Ketupat bukan hanya di bidang lalu lintas, tetapi kami hadir, negara hadir untuk memastikan bahwa rangkaian kegiatan bulan suci Ramadan, termasuk Idul Fitri nanti, termasuk juga hari Nyepi harus aman dan kondusif,” tegas Irjen Agus.
Operasi yang berlangsung dua pekan, dari 13 hingga 25 Maret 2026 ini, juga mengusung pendekatan yang sedikit berbeda. Ada sentuhan humanis. Irjen Agus sendiri bahkan menyelipkan pesan keselamatan lewat sebuah lagu bertajuk ‘Mudik Tertib, Ojo Kesusu’. Sebuah cara yang mungkin lebih mudah diingat daripada sekadar spanduk peringatan.
Artikel Terkait
Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Minyak Iran di Pulau Kharg
Empat Wakil Indonesia Lolos ke Semifinal Swiss Open 2026
Torino Hajar Parma 4-1 dalam Lanjutan Serie A
Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Restorative Justice dan Akui Dokumen Asli