Hatlo punya keyakinan kuat tentang peran masing-masing. "Kami percaya bahwa salah satu dari mereka adalah orang yang menempatkan bom di luar kedutaan dan bahwa dua lainnya terlibat dalam tindakan tersebut," tegasnya.
Ledakan itu sendiri terjadi beberapa hari sebelumnya, pada Minggu, di area pintu masuk bagian konsuler. Suara dentuman itu tentu saja langsung menaikkan tensi keamanan.
Memang, situasinya cukup runyam. Kedutaan AS di berbagai belahan dunia, khususnya Timur Tengah, sudah berada dalam siaga tinggi. Pemicunya adalah serangkaian serangan Amerika terhadap Iran beberapa waktu lalu. Balasan dari Teheran pun berlangsung, dengan target-target fasilitas industri dan diplomatik.
Maka, melihat targetnya yang sangat simbolis Kedubes AS dan iklim global yang memanas, Hatlo menganggap dugaan motif ini wajar. "Ini cukup wajar mengingat targetnya dan situasi keamanan dunia saat ini," pungkasnya.
Penyelidikan terus berlanjut. Semua mata kini tertuju pada ruang interogasi, menunggu pengakuan dan motif sebenarnya terkuak.
Artikel Terkait
Prabowo: Krisis Global Momentum Percepat Swasembada Pangan dan Energi
OJK Sodorkan Roadmap Integralitas untuk Atasi Masalah Struktural di Pasar Modal
Pengadilan Tolak Praperadilan Yaqut, Status Tersangka KPK Sah
Inter Miami Ikut Perburuan Bernardo Silva, Bersaing dengan Juventus dan Benfica