Jakarta, Rabu (11/3) – Anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata sudah terserap cukup signifikan. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara baru saja mengumumkan, hingga tanggal 9 Maret kemarin, realisasinya telah menembus angka Rp44 triliun. Cukup besar, bukan?
Kalau dilihat dari total pagu di APBN 2026 yang mencapai Rp335 triliun, angka serapan itu setara dengan sekitar 13,1 persen. Program yang digadang-gadang ini sendiri sudah menjangkau lebih dari 61 juta penerima. Mereka dilayani oleh lebih dari 25 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang tersebar di berbagai penjuru daerah.
Nah, siapa saja yang dapat bantuan? Rinciannya menarik. Mayoritas, sekitar 49,9 juta penerima, adalah para siswa yang masih duduk di bangku sekolah. Sementara itu, kelompok nonsiswa menyumbang sekitar 10,5 juta orang.
"Karena MBG itu kan ada yang untuk siswa di sekolah. Untuk siswa, kita pada bulan Februari ini sekitar 50 juta (penerima), dan 10,5 juta penerima yang nonsiswa,"
jelas Suahasil dalam konferensi pers APBN KITA Edisi Maret 2026 di Jakarta, seperti dikutip dari Antara.
Untuk kelompok yang bukan siswa ini, mereka terdiri dari ibu hamil, ibu yang sedang menyusui, dan juga balita.
Artikel Terkait
OJK Sodorkan Roadmap Integralitas untuk Atasi Masalah Struktural di Pasar Modal
Pengadilan Tolak Praperadilan Yaqut, Status Tersangka KPK Sah
Inter Miami Ikut Perburuan Bernardo Silva, Bersaing dengan Juventus dan Benfica
BGN Hentikan Sementara 1.512 Satuan Pelayanan Gizi di Jawa