Nah, menghadapi situasi itu, KAI Commuter tentu tak tinggal diam. Mereka sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi berdasarkan SOP angkutan Lebaran. Salah satu fokusnya adalah mengatur alur pergerakan penumpang di area stasiun.
Secara operasional, persiapan mereka cukup masif. Setiap hari selama periode Lebaran nanti, akan ada 1.149 perjalanan kereta yang beroperasi. Ini mencakup wilayah Jabodetabek, Merak, dan layanan menuju Bandara Soekarno-Hatta. Total kapasitas angkutnya mencapai lebih dari 50 juta penumpang naik sekitar 4% dari tahun sebelumnya.
Khusus untuk Commuter Line Jabodetabek, ada 1.065 perjalanan harian dengan kapasitas hampir 47 juta penumpang. Karina memproyeksikan jumlah pengguna nyatanya akan mencapai sekitar 18,9 juta orang, atau naik tipis 1% dari realisasi tahun 2025.
Di sisi lain, layanan pendukung juga dioptimalkan. Untuk rute bandara (Basoetta), tersedia 70 perjalanan per hari yang bisa mengangkut sekitar 415 ribu penumpang. Dari angka itu, diperkirakan hampir 146 ribu orang akan memanfaatkannya untuk ke bandara selama masa mudik.
Layanan ke Merak pun tak ketinggalan ditingkatkan. Intinya, semua diupayakan agar mobilitas masyarakat selama liburan bisa lancar. Tentu saja, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan sebagai harga mati.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Ledakan di Rumah Suryodiningratan Jogja Lukai Tiga Orang, Termasuk Balita
Truk Logistik Padati Exit Tol Cilegon Timur Jelang Pembatasan Mudik 2026
Polisi Norwegia Tangkap Tiga Saudara Tersangka Pelaku Ledakan di Depan Kedubes AS Oslo
Belift Lab Umumkan Lee Heeseung Keluar dari ENHYPEN