Di tengah hiruk-pikuk ketidakpastian global, Presiden Prabowo Subianto justru melihat sebuah peluang. Ya, peluang untuk bangkit. Dalam pandangannya, situasi krisis yang melanda dunia saat ini bisa jadi adalah sebuah blessing in disguise berkah terselubung yang menunggu untuk disingkap.
Pernyataan itu ia sampaikan di acara Tasyakuran ke-1 Danantara, di Jakarta Selatan, Rabu lalu. Menurut Prabowo, berbagai gejolak yang terjadi bukanlah akhir dari segalanya. Justru sebaliknya. Krisis, bagi dia, adalah sebuah ujian sekaligus momentum berharga bagi suatu bangsa untuk memperkuat fondasinya. Ia meyakini, dari situlah peluang-peluang baru sering kali muncul.
"Saudara-saudara, ini semakin mendesak karena kita lihat dunia sekarang penuh ketidakpastian. Terjadi di mana-mana krisis," ujarnya.
"Tapi Saudara-saudara, krisis selalu menghasilkan peluang. Krisis adalah ujian. Krisis adalah batu loncatan."
Nada suaranya tegas. Hanya negara yang kuat, lanjutnya, yang akan mampu bertahan dan melompat maju. Sementara yang tidak siap, ya, akan terpuruk. Tapi Prabowo tampaknya tak ragu menempatkan Indonesia di kelompok pertama.
"Yang kuat akan selamat, yang tidak kuat akan terus menderita. Ini pelajaran sejarah," tegasnya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Perintahkan Penanganan Cepat Korban Bencana Sumatera
Iran Balas Dendam, Rudal Hujani Tel Aviv dan Drone Serang Haifa
KPK Pindahkan Gubernur Nonaktif Riau ke Rutan Pekanbaru Jelang Sidang
Polisi Gerebek Pabrik Mi Basah Berformalin di Boyolali, Produksi Diduga Sejak 2019