Kapolri: Hambatan Dagang AS Turun Jadi 15%, Industri Dalam Negeri Terjaga

- Rabu, 11 Maret 2026 | 19:25 WIB
Kapolri: Hambatan Dagang AS Turun Jadi 15%, Industri Dalam Negeri Terjaga

"Modal dasar kita adalah stabilitas keamanan dan politik," tegasnya. "TNI-Polri wajib mengawal dan mengamankan program-program strategis pemerintah agar Indonesia bisa mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri di tengah krisis global."

Acara buka puasa kemarin dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara. Mulai dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin, Ketua Komisi I DPR Utut Adianto, hingga pimpinan MUI dan jajaran Mabes Polri.

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga memaparkan kondisi dunia yang memprihatinkan. Konflik di Timur Tengah, khususnya antara Israel-Amerika dan Iran, telah memicu gejolak. Harga minyak dunia sempat melonjak hingga menembus angka $110 per barel, sebuah tekanan yang serius.

"Jika ini terus dibiarkan tanpa kendali dan harga minyak terus meningkat, kekuatan fiskal kita akan sangat berat menahan subsidi BBM," ujarnya. Imbasnya bisa panjang: lonjakan harga dan inflasi yang mengganggu program pembangunan.

Menyikapi semua tantangan ini, Sigit kembali menegaskan peran konstitusional TNI-Polri. Mulai dari mengawal hilirisasi industri hingga program swasembada pangan dan energi, semuanya butuh pengamanan dan iklim investasi yang kondusif.

Di akhir penyampaiannya, ia menyelipkan pesan tentang sejarah. Bangsa ini punya memori kelam tentang politik pecah belah. Keberagaman kita, kata Sigit, hanya bisa dijaga dengan kekompakan.

"Pilihan kita adalah bersatu dalam kebhinekaan, atau kita akan terpecah belah dan mengalami kemunduran," imbuhnya. Sinergi TNI-Polri dengan masyarakat disebutnya sebagai kunci untuk melewati krisis dan menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berdenyut.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar