Calon Komisioner OJK Targetkan Kapitalisasi Pasar Modal Rp25.000 Triliun pada 2031

- Rabu, 11 Maret 2026 | 16:45 WIB
Calon Komisioner OJK Targetkan Kapitalisasi Pasar Modal Rp25.000 Triliun pada 2031

Di sisi lain, sektor-seperti derivatif dan bursa karbon juga menghadapi kendala. Produk yang tersedia masih terbatas, partisipasi pelaku pasarnya pun belum maksimal.

Untuk menjawab semua tantangan itu, Hasan memperkenalkan sebuah kerangka strategis bernama “Integralitas”. Kerangka ini punya delapan rencana aksi yang dikelompokkan dalam lima klaster: integrasi, granularitas, likuiditas, transparansi, dan akuntabilitas.

Secara konkret, langkah reformasinya akan mencakup banyak hal. Misalnya, memperkuat koordinasi antar lembaga, mengembangkan data kepemilikan saham yang lebih rinci, hingga menaikkan batas minimal saham beredar di publik (free float) menjadi 15 persen. Tata kelola emiten juga akan diperketat.

Yang menarik, rencana reformasi ini juga menyasar transparansi kepemilikan dan persiapan demutualisasi bursa. Tujuannya jelas: meningkatkan akuntabilitas.

Menurut Hasan, beberapa langkah awal sudah mulai dijalankan sejak Maret 2026. Publikasi struktur kepemilikan saham di atas satu persen, penyempurnaan klasifikasi investor, hingga pembentukan satgas khusus untuk mengawal reformasi integritas pasar, sudah digulirkan.

Ia meyakini, kombinasi strategi integralitas dengan empat pilar pendukung penguatan kelembagaan OJK, peningkatan SDM, pembangunan infrastruktur, dan dukungan anggaran akan membawa transformasi.

“Kombinasi ini akan membentuk arsitektur transformasi sektor pasar modal yang kredibel, modern, dan berdaya saing global,” pungkasnya.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar