"Kalau pun ada, yang manage ya kita. Yang upload juga kita berdua," jelasnya.
Atta mengakui, rasanya lebih menantang membesarkan anak di zaman sekarang ketimbang masa kecilnya dulu. Banyak faktor yang bikin orang tua harus ekstra waspada dari gempuran teknologi sampai pergaulan di luar.
Dunia anak-anak sekarang, menurutnya, penuh dengan informasi yang mudah diakses. Makanya, pendampingan intens dari orang tua jadi kunci.
"Di era sekarang, kita makin ngeri lihat pergaulan. Apalagi kita dulu juga pernah ngelewatin masa-masa itu kan?" ujar Atta.
Kekhawatiran serupa dirasakan Aurel. Ia kadang justru lebih tenang kalau anak-anaknya banyak menghabiskan waktu di rumah, ketimbang terlalu sering terpapar pergaulan luar yang dianggapnya makin 'seram'.
"Kadang mikir, ya Allah, nggak apa-apa deh anak aku nggak segaul aku zaman dulu," kata Aurel.
Selain urusan gadget, mereka berdua juga menaruh perhatian besar pada pendidikan moral dan agama. Nilai-nilai itu, bagi mereka, adalah bekal penting untuk masa depan anak.
Atta menegaskan, selain ilmu duniawi, hubungan dengan Tuhan harus dibangun sejak dini.
"Gimana mereka sama Tuhan, gimana agamanya, itu juga harus kita jaga," tuturnya.
Sebagai orang tua muda, Atta dan Aurel berusaha menjalin kedekatan yang lebih cair dengan anak-anak. Mereka mencoba memosisikan diri tidak cuma sebagai ayah-ibu, tapi juga sebagai teman.
Aurel yakin, pendekatan ini bisa membuat anak lebih nyaman bercerita tentang apapun.
"Sekarang kita coba rangkul mereka, ngajak ngobrol lebih sebagai teman aja," ucap Aurel.
Di tengah banjir informasi digital, satu hal yang mereka pegang teguh: kesehatan mental dan fisik anak adalah prioritas. Tugas orang tua, bagi mereka, bukan cuma memenuhi kebutuhan materi, tapi juga memastikan psikologis anak tumbuh sehat.
"Pasti kita ingin anak kita mentalnya sehat, kondisi jiwanya juga bagus," pungkas Atta.
Artikel Terkait
Selebgram dan DJ Medan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba
Pria Tewas Tertabrak Kereta Ekspres Bandara di Perlintasan Green Garden
Astronom Temukan Jalan Pintas Baru: Bintang Tenang Ternyata Sinyal Eksoplanet
RUU Hak Cipta Rampung Dibahas, Atur Royalti dan Karya Hasil AI