Forum ini, lanjutnya, dihadirkan sebagai wadah komunikasi dan koordinasi. Tempat untuk memecahkan masalah secara cepat dan tepat, demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan benar-benar kondusif.
Di sisi lain, Asep menekankan bahwa komunikasi harus diperkuat. Antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan kepolisian. Dengan sinergi itu, setiap potensi gangguan bisa dikenali lebih dini. Peran aktif dari unsur sekolah hingga organisasi siswa juga dinilai krusial untuk membangun budaya sekolah yang sehat dan disiplin, bebas dari perundungan dan narkoba.
“Dengan adanya embrio FKPMS di 11 sekolah ini, kami punya harapan besar,” jelasnya lebih lanjut.
Harapannya, forum kemitraan ini bisa berkembang ke seluruh sekolah di Jakarta dan jadi model kolaborasi yang bisa ditiru di mana-mana. Polda Metro Jaya, ia janjikan, akan terus mendukung langkah-langkah pencegahan dengan pendekatan yang humanis sekaligus profesional.
Pada akhirnya, ini semua adalah langkah awal. Sebuah kerja bersama untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya aman hari ini, tapi juga berkelanjutan ke depannya. Komitmennya jelas: Polri akan tetap menjadi mitra masyarakat dalam menjaga keamanan di setiap lingkungan sekolah.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Dugaan Fee 10-15% dan Pengaturan Tender oleh Bupati Rejang Lebong
Sekolah Tolak Paket Makanan MBG Diduga Berisi Lele Mentah
Polisi Ungkap Kopi Ditaburkan untuk Tutupi Bau Mayat di Depok
Anggota JKT48 Freya Laporkan Kasus Manipulasi Foto Pakai AI ke Polisi