Namun begitu, Enzy tidak meninggalkan sahabatnya. Ia justru hadir di sisi Vidi di hari-hari terakhir. Menurut pengakuannya, sehari sebelum Vidi wafat, ia masih sempat bertemu. Kondisi Vidi saat itu sudah sangat lemah. Ia tak lagi bisa bicara. Tapi ada satu gesture kecil, satu gerakan tangan, yang membuat Enzy merasa diakui kehadirannya.
kenang Enzy dengan suara bergetar.
Tak hanya itu. Enzy juga sempat melihat senyuman terakhir Vidi. Senyum yang digambarkannya penuh ketenangan dan kesumringahan. Melihat itu, rasa sedihnya bercampur lega. Lega karena sahabatnya itu akhirnya terbebas dari segala rasa sakit.
ungkapnya.
Hubungan mereka memang sangat dekat. Enzy mengaku hampir tiap hari berkomunikasi dengan Vidi, bahkan hingga kondisi Vidi mulai menurun. Mungkin karena kedekatan itulah, ketika kabar duka itu akhirnya tiba, Enzy bisa lebih ikhlas melepas.
tutupnya pelan. Sebuah akhir perjalanan persahabatan yang diwarnai rasa sakit, kelelahan, tetapi juga penuh kehadiran dan cinta.
Artikel Terkait
Kemenhaj Catat Penurunan Jemaah Umrah Imbas Konflik Timur Tengah
Ketua DPR Soroti Tiket Pesawat Domestik Lebih Mahal daripada Luar Negeri
Tips Hindari Antrean: Aplikasi dan Situs Pantau Kepadatan Rest Area Saat Mudik
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Ajukan Restorative Justice