Enzy Storia Ungkap Pesan Terakhir Vidi Aldiano: Gue Capek Banget

- Rabu, 11 Maret 2026 | 12:00 WIB
Enzy Storia Ungkap Pesan Terakhir Vidi Aldiano: Gue Capek Banget

Duka masih menyelimuti dunia hiburan tanah air setelah kepergian Vidi Aldiano. Penyanyi yang dikenal lewat lagu "Nuansa Bening" itu berpulang pada Sabtu (7/3/2026) sore, setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker ginjal. Jenazahnya telah dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, meninggalkan luka yang dalam bagi keluarga, sahabat, dan tentu saja, para penggemar setianya.

Di antara mereka yang paling berduka, tentu sahabat-sahabat dekatnya. Salah satunya adalah Enzy Storia. Dan ternyata, tak lama sebelum menghembuskan napas terakhir, Vidi sempat mengirimkan pesan pilu kepada Enzy. Isinya? Ungkapan lelah yang begitu menyentuh.

Percakapan itu terjadi sekitar 30 hari sebelum ia wafat. Melalui unggahan di Instagram pribadinya yang kini sudah dihapus Enzy membagikan momen haru itu. Dalam cuplikan chat, Vidi terlihat mengeluhkan keadaannya dengan kata-kata yang jujur dan perih.

"Gue capeek banget, bener-bener capek, kayak udah dong plis,"

tulis Vidi.

Membaca keluhan sahabatnya, Enzy pun berusaha membangkitkan semangat Vidi. Ia menjawab dengan penuh harap,

"Iya paham beb, ngerti banget, remisi ya bentar lagi bisa kok, bisa dilewatin ini semua yakin gue,"

Vidi mengaminkan doa Enzy. Tapi rasa lelah itu tampaknya begitu berat. Ia hanya menambahkan,

"Amin, ya Allah capek."

Sayangnya, obrolan hangat itu perlahan mereda. Sejak 19 Februari, Vidi berhenti membalas pesan-pesan Enzy. Kekhawatiran Enzy pun memuncak. Ia mengirimkan pesan yang penuh doa,

"Vid are you okay, mau tidur kepikiran lo, semoga baik-baik aja ya di sana, kuat yuk Vidi, bisa yuk, sayang Vidi banyak-banyak."

Namun begitu, Enzy tidak meninggalkan sahabatnya. Ia justru hadir di sisi Vidi di hari-hari terakhir. Menurut pengakuannya, sehari sebelum Vidi wafat, ia masih sempat bertemu. Kondisi Vidi saat itu sudah sangat lemah. Ia tak lagi bisa bicara. Tapi ada satu gesture kecil, satu gerakan tangan, yang membuat Enzy merasa diakui kehadirannya.

"H-1 Vidi pergi juga aku masih ketemu sama Vidi, masih bercanda sama Vidi,"

kenang Enzy dengan suara bergetar.

"Vidi enggak bisa merespons aku, tapi Vidi ngasih gerakan tangan gitu, yang dia tahu ada aku di situ. Itu udah bikin aku cukup happy, dia tahu aku hadir buat dia."

Tak hanya itu. Enzy juga sempat melihat senyuman terakhir Vidi. Senyum yang digambarkannya penuh ketenangan dan kesumringahan. Melihat itu, rasa sedihnya bercampur lega. Lega karena sahabatnya itu akhirnya terbebas dari segala rasa sakit.

"Kemarin juga sempat ngelihat Vidi senyum, lebih ke sumringah ya. Aku sebagai sahabatnya ikutan senang, ikutan lega. Sedih iya pasti, tapi aku lebih ke bahagia sih, karena Vidi tenang,"

ungkapnya.

Hubungan mereka memang sangat dekat. Enzy mengaku hampir tiap hari berkomunikasi dengan Vidi, bahkan hingga kondisi Vidi mulai menurun. Mungkin karena kedekatan itulah, ketika kabar duka itu akhirnya tiba, Enzy bisa lebih ikhlas melepas.

"Jadi ketika tahu kabarnya, aku udah ikhlas sih,"

tutupnya pelan. Sebuah akhir perjalanan persahabatan yang diwarnai rasa sakit, kelelahan, tetapi juga penuh kehadiran dan cinta.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar