Pekanbaru, Rabu (11/3/2026) sore, suasana di depan Rumah Tahanan Kelas I Pekanbaru atau yang lebih dikenal sebagai Rutan Sialang Bungkuk, terasa tegang sekaligus haru. Ratusan orang sudah berkumpul sejak pagi, menunggu. Lalu, iring-iringan mobil tahanan dengan pengawalan ketat polisi dan jaksa KPK pun tiba. Dari dalam mobil itulah, Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid, turun dengan mengenakan rompi oranye.
Ia tampak tenang. Bahkan sempat melambaikan tangan dan tersenyum tipis ke arah kerumunan simpatisan serta keluarga yang menunggunya, sebelum akhirnya berjalan masuk ke dalam kompleks rutan. Tabuhan kompang langsung menggema menyambutnya, sebuah bentuk dukungan moral yang spontan dari para pendukungnya.
"Kami datang ke sini murni sebagai bentuk dukungan moral. Beliau adalah sosok yang pernah berjasa bagi daerah ini,"
kata seorang simpatisan yang hadir, suaranya nyaris tenggelam oleh keriuhan.
Artikel Terkait
Pohon Tua Tumbang di Depan SMKN 30 Jakarta, Tiga Pengendara Terluka
Kementerian Kebudayaan Gandeng Lima Lembaga untuk Perkuat Ekosistem Budaya
Mantan Kontestan Indonesian Idol Piche Kota Ditahan Terkait Dugaan Pencabulan Siswi SMA
Polri Kerahkan 89 Ribu Personel untuk Operasi Ketupat 2026