Jakarta – Menjelang Idulfitri, pemerintah bergerak cepat. Distribusi beras dan minyak goreng untuk masyarakat berpenghasilan rendah kini digenjot. Tujuannya jelas: menjaga daya beli di saat momentum Lebaran semakin dekat.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog memulai operasi besar-besaran ini. Mereka menargetkan 33,2 juta warga di seluruh Indonesia sebagai penerima bantuan. Langkah ini bukan cuma bantuan sosial biasa, tapi juga instrumen untuk mengamankan stabilitas ekonomi nasional di kuartal pertama 2026.
Hingga awal Maret, program dengan anggaran hampir Rp12 triliun itu sudah mulai menyentuh ribuan keluarga. Data per 9 Maret mencatat, puluhan ribu kilogram beras dan ribuan liter minyak goreng telah sampai ke tangan masyarakat.
Rachmi Widiriani, Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, menekankan bahwa percepatan adalah kunci. Idulfitri 1447 H diprediksi tinggal sepuluh hari lagi.
"Sesuai arahan Presiden, bantuan pangan ini akan terus digelontorkan untuk meringankan beban masyarakat, terutama saat momentum perayaan Idulfitri," tegas Rachmi dalam pernyataannya, Rabu (11/3/2026).
Dampak di Tingkat Lokal dan Nasional
Di lapangan, bantuan ini sudah menjangkau sejumlah provinsi seperti Sumatera Utara, Jawa Timur, hingga Sulawesi Selatan. Banyak kepala daerah menyambutnya sebagai tameng inflasi yang tepat waktu.
Artikel Terkait
Rumah Kosong di Bogor Ambruk Usai Hujan Deras, Tak Ada Korban Jiwa
22 WNI Dievakuasi dari Wilayah Konflik, Pemerintah Janjikan Upaya Berlanjut
Polri Imbau Warga Laporkan Permintaan Sumbangan yang Dipaksakan Jelang Lebaran
BRIN dan Kemenbud Sepakat Dorong Riset Peradaban 1,8 Juta Tahun dan Digitalisasi Bahasa