Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengaku paket bantuan berisi 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan sangat krusial.
"Ini langkah tepat waktu untuk menjaga kestabilan inflasi dan sangat bermanfaat bagi kebutuhan konsumsi harian warga menjelang Lebaran," jelas Bagus.
Secara makro, kebijakan ini memang dirancang untuk mendongkrak daya beli. Dan daya beli rumah tangga, seperti kita tahu, adalah penggerak utama ekonomi. Performa ekonomi tahun 2025 yang tumbuh di atas 5% memberi ruang optimis, dengan triwulan IV bahkan mencatat level tertinggi pasca-pandemi.
Soal Administrasi dan Skala Penyaluran
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, memastikan semua hambatan birokrasi telah diatasi. "Saya telah menandatangani dokumen untuk 33,2 juta penerima. Semua proses administrasi sudah rampung," tegasnya.
Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan penerima terbanyak, lebih dari 6 juta jiwa. Setiap keluarga berhak dapat 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Dengan skema penyaluran ganda ini, Bulog diproyeksikan mendistribusikan total ratusan ribu ton beras dan minyak goreng ke seluruh penjuru negeri.
Jadi, dalam beberapa hari ke depan, gelombang bantuan ini diharapkan kian terasa. Terutama bagi mereka yang paling membutuhkan, di tengah hiruk-pikuk persiapan menyambut hari raya.
Artikel Terkait
Rumah Kosong di Bogor Ambruk Usai Hujan Deras, Tak Ada Korban Jiwa
22 WNI Dievakuasi dari Wilayah Konflik, Pemerintah Janjikan Upaya Berlanjut
Polri Imbau Warga Laporkan Permintaan Sumbangan yang Dipaksakan Jelang Lebaran
BRIN dan Kemenbud Sepakat Dorong Riset Peradaban 1,8 Juta Tahun dan Digitalisasi Bahasa