Soal senjata api yang digunakan, polisi masih menyelidiki asal-usulnya. "Untuk masalah senpi masih dalam penyelidikan," tambah Seala.
Cerita bermula dari suara gonggongan anjing yang tak henti-henti. Asisten rumah tangga (ART) yang mendengarnya merasa ada yang tidak beres. Ia lalu memeriksa sekeliling rumah. Dari balik pintu ruang kerja, terlihat bagian kaki korban terbaring tak bergerak.
Waktu itu baru saja usai salat Jumat. ART pun mendatangi kamar itu, bermaksud menanyakan suatu pekerjaan. Saat pintu dibuka, pemandangan mengerikan menyambutnya. BA sudah tak bernyawa, dengan luka tembak di kepala. Di tangan kanannya, tergenggam erat sebuah pistol.
Polisi yang datang kemudian mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, satu pucuk pistol Glock 17 kaliber 9 mm beserta satu selongsong dan magazen berisi empat peluru. Mereka juga menyita beberapa unit "airsoft gun" merek Glock 17 dan HK MP7, lengkap dengan magazennya. Tak ketinggalan, tiga ponsel, kartu anggota klub menembak, beberapa bendel dokumen, dan tiga "flashdisk" turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Rumah yang biasanya tenang itu kini menjadi TKP. Penyebab pasti di balik keputusan tragis BA masih menjadi tanda tanya besar, menunggu penyelidikan polisi yang lebih mendalam.
Artikel Terkait
Pemerintah Luncurkan I-Bio Fund untuk Pendanaan Keanekaragaman Hayati
Polisi Ungkap Linggis sebagai Alat Pembunuhan Pensiunan JICT di Bekasi
Pemerintah Petakan Titik Padat Arus Mudik Lebaran 2026
Direktur Persija Risih dengan Sindiran APBD FC Jelang Musim Baru