Tak berhenti di situ, dia juga memberi peringatan keras. Menurut Trump, tanpa persetujuan dari AS, Mojtaba "tidak akan bertahan lama".
Lalu, bagaimana dengan prospek perdamaian? Dalam wawancara yang sama, Trump memang membahas kemungkinan dialog antara Washington dan Teheran. Namun begitu, nada yang dia gunakan terasa jauh dari pasti.
"Saya mendengar mereka sangat ingin berdialog,"
katanya. Tapi dia cepat-cepat menambahkan bahwa itu cuma sebuah "kemungkinan" belaka, yang bergantung pada syarat-syarat yang bisa diterima kedua belah pihak. Pernyataan ini agak berbeda dengan komentar lamanya, di mana dia pernah menyatakan kesediaan untuk berdialog dengan pejabat Iran. Sekarang, semuanya terasa lebih menggantung.
Artikel Terkait
Pemerintah Luncurkan I-Bio Fund untuk Pendanaan Keanekaragaman Hayati
Polisi Ungkap Linggis sebagai Alat Pembunuhan Pensiunan JICT di Bekasi
Pemerintah Petakan Titik Padat Arus Mudik Lebaran 2026
Direktur Persija Risih dengan Sindiran APBD FC Jelang Musim Baru