Faktanya cukup mengkhawatirkan. Arifianto mengaku hampir setiap pekan masih menemui pasien anak dengan kondisi parah akibat campak, bahkan sampai membutuhkan ventilator di ruang perawatan intensif. Padahal, sebenarnya ini bisa dicegah.
"Kondisi tersebut membuktikan penyakit campak dapat dicegah melalui vaksin yang mampu memperkuat daya tahan tubuh," jelasnya.
Logikanya cukup jelas. Anak-anak, yang sistem imunnya masih dalam tahap perkembangan, perlu 'dikenalkan' pada virus atau bakteri dalam bentuk yang sudah dilemahkan melalui vaksin. Dengan begitu, tubuh mereka punya 'pasukan' untuk melawan ketika suatu saat terpapar penyakit yang sebenarnya.
Untuk imunisasi campak rubela, jadwalnya diberikan tiga kali: saat bayi berusia 9 bulan, lalu dosis penguat di usia 18 bulan, dan terakhir saat anak menginjak 6-7 tahun. Lengkapi ketiganya. Itu adalah tameng terbaik yang bisa kita berikan untuk melindungi buah hati di tengah eufora hari raya dan seterusnya.
Artikel Terkait
Disparbud DKI Rekomendasikan 7 Masjid untuk Iktikaf di Sepuluh Malam Terakhir Ramadan
Pria 54 Tahun Tewas Tembak Diri Diduga karena Masalah Pribadi di Bintaro
Polda Jateng Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Pos Komando untuk Mudik Lebaran 2026
Trump Ragui Kemampuan Pemimpin Baru Iran untuk Berdamai dengan AS