tambah Aris.
Di sisi lain, panglima TNI sendiri punya penjelasan resmi. Surat telegram bernomor TR/283/2026 telah dikeluarkan ke seluruh jajaran. Isinya perintah untuk melaksanakan siaga tingkat 1. Tujuannya, mengantisipasi perkembangan situasi dalam negeri yang bisa terpengaruh dampak konflik Timur Tengah. Surat itu diteken oleh Asisten Operasi Panglima TNI, Letjen Bobby Rinal Makmun, pada awal Maret.
Menurut TNI, langkah ini sejalan dengan tugas pokok mereka. Kapuspen TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menegaskan hal itu. Penerapan siaga 1, katanya, adalah bentuk perlindungan dari ancaman terhadap bangsa dan negara.
"Salah satu tugas pokok TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara,"
jelas Brigjen Aulia, Minggu (8/3).
Jadi, dari dua sudut pandang ini, narasinya agak berbeda. Satu bilang rutin, satu lagi bilang antisipasi. Tapi intinya, semua klaim tetap berporos pada tugas menjaga keamanan. Entah itu untuk arus mudik, atau untuk hal-hal yang lebih luas.
Artikel Terkait
Kapolda Sumsel Ajak Masyarakat Banyuasin Jaga Keamanan Bersama di Ramadan
Jessica Mila Ungkap Pesan Terakhir Vidi Aldiano yang Tak Pernah Dibalas
Setara Institute: Kekerasan Beragama Turun, Tapi Pola Baru dan Peran Warga Dominan
Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan Picu Macet Panjang di Tol JORR