Bappisus: Status Siaga 1 TNI Hanya Prosedur Rutin Jelang Lebaran

- Selasa, 10 Maret 2026 | 16:25 WIB
Bappisus: Status Siaga 1 TNI Hanya Prosedur Rutin Jelang Lebaran

Status siaga 1 yang baru-baru ini ditetapkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto ramai jadi perbincangan. Tapi, bagi Aris Marsudiyanto, sang Kepala Bappisus, langkah ini sebenarnya tak perlu dibesar-besarkan. Menurutnya, ini cuma prosedur rutin belaka, terutama dengan momen Lebaran yang sudah di depan mata.

Ia buka suara soal itu di sekitar Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa lalu.

"Ya itu kan SOP rutin ya. Untuk menjaga kondusivitas seluruh rakyat kita dalam melaksanakan hari libur, Lebaran. Mudik pulang kampung masing-masing ya,"

Aris Marsudiyanto, Kepala Bappisus.

Nah, soal konvoi kendaraan TNI yang sempat viral itu yang terlihat keluar dari Monas dan langsung dikait-kaitkan dengan status siaga Aris juga angkat bicara. Ia bilang, hal semacam itu wajar saja. Menjelang Lebaran, aparat memang punya tugas menjaga keamanan.

"Ya kan, mau Lebaran kan? Biasa lah, aparat menjaga untuk keamanan rakyat. Supaya liburannya ke kampung masing-masing dalam keadaan aman. Infrastruktur semuanya juga sudah diberesin kan. Dengan Pak Menteri,"

tambah Aris.

Di sisi lain, panglima TNI sendiri punya penjelasan resmi. Surat telegram bernomor TR/283/2026 telah dikeluarkan ke seluruh jajaran. Isinya perintah untuk melaksanakan siaga tingkat 1. Tujuannya, mengantisipasi perkembangan situasi dalam negeri yang bisa terpengaruh dampak konflik Timur Tengah. Surat itu diteken oleh Asisten Operasi Panglima TNI, Letjen Bobby Rinal Makmun, pada awal Maret.

Menurut TNI, langkah ini sejalan dengan tugas pokok mereka. Kapuspen TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, menegaskan hal itu. Penerapan siaga 1, katanya, adalah bentuk perlindungan dari ancaman terhadap bangsa dan negara.

"Salah satu tugas pokok TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara,"

jelas Brigjen Aulia, Minggu (8/3).

Jadi, dari dua sudut pandang ini, narasinya agak berbeda. Satu bilang rutin, satu lagi bilang antisipasi. Tapi intinya, semua klaim tetap berporos pada tugas menjaga keamanan. Entah itu untuk arus mudik, atau untuk hal-hal yang lebih luas.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar