“Semalam kita sudah cek lokasi bersama Ketua RW dan RT. Tokonya dalam kondisi tutup dan digembok dari luar,” jelas Fadoli.
Dia menambahkan, karena pemilik toko tidak bisa ditemukan, akhirnya dilakukan pembukaan paksa.
“Pemilik toko, bersama ketua RT dan RW, membuka paksa rolling door. Hasilnya, di dalam toko sudah kosong. Hanya tersisa lemari etalase saja,” pungkasnya.
Hingga saat ini, identitas pelaku pelempar oli dan pemilik toko masih dalam penyelidikan. Polisi juga mendalami kebenaran dugaan penjualan tramadol di toko tersebut. Kasus ini menyisakan tanda tanya besar sekaligus mencerminkan keresahan warga yang memilih jalan sendiri untuk menyelesaikan masalah.
Artikel Terkait
Jessica Mila Ungkap Pesan Terakhir Vidi Aldiano yang Tak Pernah Dibalas
Setara Institute: Kekerasan Beragama Turun, Tapi Pola Baru dan Peran Warga Dominan
Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan Picu Macet Panjang di Tol JORR
Pengemudi Truk Lompat Keluar Saat Menghindari Lubang di JORR, Lalu Lintas Terganggu