Di sisi lain, Aris menekankan bahwa pemerintah, khususnya Presiden Prabowo, telah menyiapkan berbagai skenario antisipasi. Persiapan ini diklaim dilakukan secara menyeluruh bersama seluruh jajaran kementerian.
"Semuanya sudah dihitung ya," tegasnya. "Pada prinsipnya ekonomi Indonesia kuat, nggak usah khawatir. Dengan adanya gejolak-gejolak perang antara Amerika, Israel, Iran itu."
Ia melanjutkan, "Udah, udah diantisipasi ya. Dengan seluruh kementerian terkait. Kemarin Pak Presiden juga udah mengumpulkan semua. Kita meeting all-out setiap saat untuk bangsa dan negara."
Soal isu yang beredar, Aris dengan jelas membantah rencana kenaikan harga BBM dalam waktu dekat. Ia hanya berharap satu hal: agar konflik di kawasan Timur Tengah cepat berakhir.
"Tidak ada kenaikan harga BBM ya," pungkasnya. "Ya moga-moga perangnya cepat selesai lah."
Artikel Terkait
Pengemudi Truk Lompat Keluar Saat Menghindari Lubang di JORR, Lalu Lintas Terganggu
Bareskrim Usut Dugaan Kekerasan Seksual Mantan Kepala Timnas Panjat Tebing terhadap Atlet
Hakim Pertanyakan Inisiatif Pemilihan Chromebook di Sidang Korupsi Kemendikbud
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Lebaran