Sebagai bagian dari kesepakatan, Affleck akan bergabung dengan Netflix sebagai penasihat senior. Ini jelas bukan sekadar jual-beli aset, tapi juga talenta.
Lalu, apa sebenarnya yang dilakukan InterPositive? Affleck menekankan bahwa ini bukan alat pembuat video seperti Sora dari OpenAI atau Veo3 milik Google. "Ini bukan tentang memberikan petunjuk teks atau menghasilkan sesuatu dari ketiadaan," katanya. Fungsinya lebih ke proses pasca-produksi.
Perangkat lunaknya dilatih menggunakan rekaman mentah dari produksi film atau serial TV itu sendiri. AI ini bisa menangani masalah teknis yang sering merepotkan: menata ulang adegan, memperbaiki pencahayaan yang meleset, atau bahkan menghapus kabel pengaman dari adegan stuntman. Praktis, ya.
Perubahan sikap terhadap AI di industri hiburan memang sedang terjadi. Dulu, Hollywood waswas teknologi ini akan merebut pekerjaan dan melanggar hak cipta. Sekarang, tampaknya ada pembukaan. Contohnya, Disney yang akhir tahun lalu mengumumkan rencana kerja sama dengan OpenAI, mengizinkan karakter dari Star Wars, Pixar, dan Marvel digunakan dalam generator video Sora.
Jadi, langkah Netflix kali ini mungkin bukan lagi sekadar eksperimen. Bisa jadi ini sinyal: masa depan produksi konten akan bersinggungan erat dengan kecerdasan buatan, dengan manusia tetap memegang kendali kreatif di belakangnya.
Artikel Terkait
Gaspoll Sahur Kupas Adab dan Tata Cara Berdoa agar Dikabulkan
Netanyahu Tegaskan Serangan ke Iran Belum Berakhir, Berseberangan dengan Pernyataan Trump
Wali Kota Jakbar Tegaskan Penyegelan Permanen Atlas Padel, Bangunan Dinilai Tak Layak Izin
Wamen PUPR Dorong Perusahaan Tambang di Sultra Beralih ke Sektor Pariwisata