Netflix baru saja mengakuisisi studio AI InterPositive, yang didirikan oleh aktor dan sutradara Ben Affleck. Langkah ini diambil tak lama setelah raksasa streaming itu memutuskan mundur dari perburuan akusisi Warner Bros. yang sengit. Tawaran Netflix, yang disebut-sebut mencapai US$ 82,7 miliar, kalah saing dengan tawaran dari Paramount Skydance.
Jadi, alih-alih mendapatkan studio besar, mereka memilih untuk membeli teknologi yang lebih spesifik. Menarik, bukan?
Bela Bajaria, Kepala Bagian Konten Netflix, mencoba menegaskan posisi mereka soal penggunaan AI dalam dunia kreatif. "Kami percaya bahwa alat-alat baru seharusnya memperluas kebebasan kreatif, bukan membatasinya atau menggantikan pekerjaan para penulis, sutradara, aktor, dan kru," ujarnya seperti dikutip The Guardian pekan lalu.
Di sisi lain, sosok di balik InterPositive sendiri cukup mengejutkan. Ben Affleck, sutradara pemenang Oscar lewat film "Argo", mendirikan studio ini pada 2022. Awalnya, ia justru meremehkan potensi kreatif AI. Tapi pandangannya berubah. Setelah mengenal teknologi ini lebih dalam, ia melihat ada peluang untuk inovasi yang bermakna bukan sekadar imitasi murahan.
"Kami menyertakan batasan untuk melindungi niat kreatif," jelas Affleck tentang model AI buatannya. Menurutnya, alat ini dirancang untuk eksplorasi yang bertanggung jawab, sambil tetap memberikan kebebasan akhir pada para seniman.
Artikel Terkait
Gaspoll Sahur Kupas Adab dan Tata Cara Berdoa agar Dikabulkan
Netanyahu Tegaskan Serangan ke Iran Belum Berakhir, Berseberangan dengan Pernyataan Trump
Wali Kota Jakbar Tegaskan Penyegelan Permanen Atlas Padel, Bangunan Dinilai Tak Layak Izin
Wamen PUPR Dorong Perusahaan Tambang di Sultra Beralih ke Sektor Pariwisata