"Kami pikir ini hanya akan menyebabkan masalah yang sama untuk negara ini," katanya dengan nada waspada.
Di sisi lain, presiden AS itu juga melontarkan peringatan keras. Ia menyoroti Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dunia. Trump menegaskan, AS tidak akan tinggal diam jika Iran mencoba mengganggu distribusi energi global.
"Kami akan sangat keras menghantam mereka," tegasnya. "Sampai-sampai tidak mungkin bagi mereka atau siapa pun yang membantu untuk memulihkan bagian dunia itu."
Peringatan itu bukan tanpa alasan. Gangguan di Selat Hormuz bisa memicu lonjakan harga energi yang menggoncang pasar dunia.
Meski demikian, Trump tetap mencoba melihat sisi terang. Ia menyampaikan optimisme bahwa harga minyak dunia berpotensi turun signifikan begitu situasi keamanan stabil. Ia bahkan menyinggung dampak konflik ini pada negara lain seperti China, yang sangat bergantung pada pasokan energi dari kawasan tersebut.
"Kami benar-benar membantu China dan negara-negara lain, karena mereka mendapatkan banyak energi dari selat itu," ujarnya. "Tapi lihat, kami punya hubungan baik dengan China. Menjadi kehormatan bagi saya untuk melakukan itu."
Pernyataannya itu seperti ingin menyeimbangkan antara sikap tegas di medan perang dan diplomasi di panggung global. Konflik mungkin akan segera mereda, tapi gelombang efeknya masih akan terasa lama.
Artikel Terkait
Megawati Sampaikan Ucapan Selamat Langsung ke Dubes Iran untuk Pemimpin Baru
Mensos Dorong 5 Juta Penerima PKH Jatim Masuk Koperasi Desa
Gus Ipul Dorong 5 Juta Penerima PKH Jatim Masuk Koperasi Desa
Turki Kerahkan Sistem Patriot ke Malatya Usai Intercept Rudal Iran Kedua