MAKASSAR – Dari Florida, Presiden AS Donald Trump menyampaikan kabar yang bisa dibilang menggembirakan. Konflik militer dengan Iran, menurutnya, akan segera berakhir. Tapi jangan berharap semuanya selesai dalam hitungan hari. "Tidak akan rampung akhir pekan ini," tegasnya.
Dalam taklimat media yang digelar Selasa (10/3), Trump terlihat percaya diri. Ia mengklaim operasi militer Amerika berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan. Padahal sebelumnya, ia menyebut konflik bisa makan waktu empat hingga lima pekan.
"Kami menang telak. Kami jauh lebih cepat dari jadwal," ujar Trump.
Namun begitu, di balik optimisme itu ada situasi baru yang justru memicu kecemasan. Konflik yang kini memasuki pekan kedua ini ternyata diwarnai perubahan besar di tubuh Iran. Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi mereka, gugur dalam serangan gabungan AS dan Israel di gelombang pertama.
Kursinya kini diduduki oleh putranya, Mojtaba Khamenei.
Nama Mojtaba bukanlah nama asing. Ia dikenal sangat dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Pengangkatannya ini, di mata banyak pengamat, justru berpotensi memperpanjang ketegangan. Kawasan Timur Tengah bisa makin panas, dan stabilitas ekonomi global ikut terancam.
Trump sendiri mengaku tidak sepenuhnya puas dengan perkembangan politik di Teheran ini. Meski bangga dengan keberhasilan militernya yang ia sebut "belum pernah terjadi sebelumnya", dinamika baru pasca pergantian pimpinan itu dianggapnya bisa membawa masalah.
Artikel Terkait
Megawati Sampaikan Ucapan Selamat Langsung ke Dubes Iran untuk Pemimpin Baru
Mensos Dorong 5 Juta Penerima PKH Jatim Masuk Koperasi Desa
Gus Ipul Dorong 5 Juta Penerima PKH Jatim Masuk Koperasi Desa
Turki Kerahkan Sistem Patriot ke Malatya Usai Intercept Rudal Iran Kedua