Percakapan telepon terbaru antara Vladimir Putin dan Donald Trump akhirnya terjadi. Dilakukan Senin lalu, pembicaraan selama satu jam itu diinisiasi oleh pihak Amerika Serikat, menurut penjelasan Kremlin. Ini pertama kalinya mereka berbicara langsung dalam lebih dari dua bulan dan juga pertama yang diumumkan ke publik sejak serangan besar AS dan Israel terhadap Iran akhir Februari.
Yuri Ushakov, penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, memberikan penjelasan kepada awak media Selasa kemarin. Menurutnya, fokus pembicaraan memang banyak tertuju pada konflik di Iran, selain tentu saja situasi di Ukraina dan Venezuela.
Yang menarik, Putin disebut mendesak agar perang antara AS-Israel dengan Iran segera diakhiri. Rusia menginginkan penyelesaian lewat jalur politik dan diplomasi, bukan eskalasi lebih lanjut. Iran sendiri selama ini dikenal sebagai sekutu utama Moskow.
"Tentu saja, penekanannya diletakkan pada situasi seputar konflik dengan Iran," ujar Ushakov kepada para wartawan.
Artikel Terkait
Korlantas Siapkan Operasi Ketupat 2026 untuk Mudik Aman dan Lancar
Kuota Mudik Gratis Polres Bogor Terisi 1.063 Pendaftar dalam 12 Menit
Kapolri Serukan Solidaritas Nasional Hadapi Dampak Global Menuju Indonesia Emas 2045
Polres Kuansing Musnahkan 12 Rakit Penambangan Emas Ilegal di Sungai Kuantan