"Iran sepenuhnya siap. Dan kami juga memiliki banyak kejutan yang telah disiapkan," tambahnya, mengulang ancaman yang terkesan mengambang namun penuh arti.
Ketegangan ini tentu bukan muncul tiba-tiba. Akarnya bisa dilacak ke insiden tragis akhir Februari lalu. Kala itu, Israel dan AS melakukan serangan gabungan yang menggemparkan. Sasaran mereka adalah Teheran dan beberapa kota lain di Iran. Serangan itu merenggut nyawa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, sejumlah komandan militer senior, dan tak sedikit warga sipil yang jadi korban.
Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone. Sasaran balasan mereka adalah pangkalan-pangkalan militer Israel dan AS yang tersebar di kawasan Timur Tengah.
Dampaknya kini terasa meluas. Konflik ini telah menimbulkan kekhawatiran serius di tingkat regional, bahkan global. Fokus utamanya ada pada pasar energi. Gangguan ekspor minyak menjadi ancaman nyata, apalagi dengan risiko terhadap pergerakan kapal-kapal tanker yang harus melintasi Selat Hormuz jalur vital bagi pasokan minyak dunia. Situasinya memang mencemaskan, dan kata-kata Araghchi tadi hanya menambah daftar ketidakpastian.
Artikel Terkait
Jasa Marga Beri Diskon Tol 30% untuk Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
Tiga Hakim Tinggi Lolos Seleksi Calon Pengganti Anwar Usman di MK
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta 10 Maret 2026: Magrib Pukul 18.11
Mayat Mengering Ditemukan di Bawah Tumpukan Baju, Suami Siri Jadi Tersangka