"Maka 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026, akan menunggu keputusan sidang isbat,"
sambungnya.
Di sisi lain, ceritanya bisa berbeda jika menggunakan patokan lain. Ambil contoh kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal atau KHGT. Menurut standar ini, posisi bulan justru sudah memenuhi syarat lebih awal.
"Sedangkan menurut kriteria KHGT (kurva ungu), posisi bulan telah memenuhi kriteria dan ijtima' telah terjadi sebelum fajar di Selandia Baru,"
jelas Thomas.
Artinya, dengan patokan KHGT, 1 Syawal justru bisa jatuh lebih cepat, yaitu pada 20 Maret 2026. Jadi, meski perhitungan astronomi memberi gambaran, akhirnya tetap kembali pada sidang penetapan yang akan digelar nanti.
Artikel Terkait
Kejagung Geledah Kantor dan Rumah Komisioner Ombudsman Terkait Kasus Minyak Goreng
NTB Garap Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Senilai Rp1,2 Triliun untuk Kemandirian Pangan
Korlantas dan Jasa Marga Gelar Apel Siaga Operasi Ketupat 2026
Bareskrim Bongkar Tambang Emas Ilegal dan Gudang Antimoni di Bombana