Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, mendesak perbaikan segera untuk infrastruktur jalan yang hancur. Ini bukan sekadar soal aspal retak atau lubang biasa. Kerusakannya parah, menyebar di 180 ruas jalan dan 154 titik jembatan yang nyaris tak bisa dilalui.
Semua itu berawal dari banjir bandang akhir November tahun lalu. Bencana itu meninggalkan bekas yang dalam, terutama bagi perekonomian warga.
“Dampaknya langsung terasa ke komoditas andalan kita, kopi Arabica Gayo,” ujar Tagore, dalam pernyataannya, Senin (9/3).
Menurutnya, jalan yang rusak menghambat distribusi. Hasil panen yang biasanya lancar sampai ke pasar, sekarang terhambat. Bahkan, ancaman kerugiannya tidak main-main. Bener Meriah berpotensi kehilangan lebih dari Rp 500 miliar setiap tahunnya. Angka yang fantastis, dan sayangnya, berasal dari potensi penjualan kopi yang menguap begitu saja.
Di sisi lain, Tagore tampaknya tak ingin situasi ini berlarut. Desakannya untuk perbaikan segera adalah upaya menyelamatkan denyut nadi perekonomian kabupaten. Kalau tidak, kerugiannya akan terus membengkak. Dan itu harga yang terlalu mahal untuk dibayar.
Artikel Terkait
Kejagung Geledah Kantor dan Rumah Komisioner Ombudsman Terkait Kasus Minyak Goreng
NTB Garap Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Senilai Rp1,2 Triliun untuk Kemandirian Pangan
Korlantas dan Jasa Marga Gelar Apel Siaga Operasi Ketupat 2026
Bareskrim Bongkar Tambang Emas Ilegal dan Gudang Antimoni di Bombana