“Kami bisa dapat sampah yang masih punya nilai ekonomi, masyarakat dapat santapan buka puasa. Semuanya senang.”
Di sisi lain, program ini bukan cuma sekadar bagi-bagi takjil biasa. Ada tujuan jangka panjang yang lebih serius di baliknya. Bulan Ramadhan seringkali diiringi dengan lonjakan volume sampah, terutama dari kemasan makanan dan minuman sekali pakai. Tanpa upaya pengelolaan, beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pasti akan bertambah berat. Nah, inilah salah satu cara kreatif untuk meredam masalah itu sejak dari sumbernya.
Jadi, selain menyemarakkan Ramadhan 1447 Hijriah, aksi kolaborasi ini jelas punya dampak nyata. Mereka tak hanya membagikan kebahagiaan berbuka, tapi juga secara perlahan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah. Langkah kecil yang, kalau diteruskan, bisa bikin perubahan besar untuk lingkungan Palu.
Artikel Terkait
BMKG Waspadakan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Akibat Bibit Siklon Tropis
Kejagung Geledah Rumah dan Kantor Anggota Ombudsman Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
Jadwal Salat dan Imsak Palembang untuk 20 Ramadan 1447 H
KPK Tangkap Bupati Rejang Lebong dalam OTT Kedua di Ramadan 2026