REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Bau menyengat langsung menyergap hidung begitu mendekati tumpukan karung hitam itu. Di tengah perkebunan Walini, Kecamatan Cikalongwetan, praktik pembuangan limbah batu bara secara asal-asalan diduga kuat sedang terjadi. Warga setempat pun mulai resah, khawatir tumpukan material hitam itu mengancam kesehatan mereka.
Pantauan di lapangan pada Senin (9/3/2026) menemukan setidaknya ada dua titik pembuangan. Lokasinya di dekat jalan penghubung Desa Mandalasari dan Kanangasari. Yang satu menggunung dalam karung-karung besar. Tak jauh dari situ, tumpukan lain dibiarkan begitu saja, hanya dibungkus plastik biru, dengan gumpalan material berwarna hitam pekat.
Material itu diduga adalah sisa pembakaran batu bara atau yang biasa disebut FABA (fly ash and bottom ash).
Masalahnya, limbah ini jelas menimbulkan polusi. Debu-debu halusnya beterbangan kena angin atau saat kendaraan melintas. Saat hujan turun, keadaan jadi lebih parah. Air hujan membawa material itu mengalir ke jalan dan kebun-kebun warga, tanpa ada penghalang atau sistem penyaringan sedikit pun. Padahal, lokasi ini cuma berjarak beberapa langkah dari Ruas Tol Cipularang KM 106.
Artikel Terkait
Gubernur Kalsel Soroti Relevansi Falsafah Waja Sampai Kaputing untuk Bangun Karakter Bangsa
Satgas Jembatan Laporkan 218 Jembatan Selesai, Target 7.000 Awal Tahun Depan
Kapolri Instruksikan Seluruh Kapolda Siapkan Panic Button untuk Lindungi Ojol
Satgas PRR Amankan 2.684 Meter Kubik Kayu Hanyut untuk Material Huntara Pascabencana Sumatera