Kabupaten Sleman sudah bersiap menyambang arus mudik Lebaran tahun depan. Dinas Perhubungan setempat memastikan, tujuh jalur alternatif untuk pemudik yang masuk atau melintasi wilayahnya telah disiapkan. Rencananya, tak akan jauh beda dengan skema yang diterapkan saat libur Natal dan Tahun Baru kemarin.
Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Heri Kuntadi, mengonfirmasi hal itu pada Senin (9/3/2026).
"Jalur alternatif (libur lebaran) tidak jauh berbeda dengan jalur alternatif yang digunakan pada saat libur Nataru," jelas Heri.
Dari sisi barat, yakni dari Kabupaten Kulon Progo, pemudik bisa lewat Jalan Wates. Rutenya membentang dari simpang tiga Klangon hingga simpang empat Pelemgurih, kira-kira sepanjang 15 kilometer. Opsi lain, dari titik yang sama di Klangon, pengendara bisa belok menuju Magelang atau tembus ke simpang empat Tempel. Jalur sepanjang 22 km ini akan melewati Kecamatan Moyudan dan Minggir.
Lalu, ada juga rute dari simpang Pasar Tempel menuju batas Kota Yogyakarta. Perjalanan ini diperkirakan sekitar 22,4 kilometer. Sementara untuk yang dari arah Solo, jalur alternatifnya melalui Berbah Kalasan yang nantinya tembus ke Simpang Blok O di Kecamatan Banguntapan, Bantul.
Di kawasan timur, tersedia jalur dari Simpang Pasar Prambanan ke selatan via kawasan Breksi. Panjangnya relatif pendek, cuma 5,4 kilometer, dan masih masuk wilayah Kecamatan Prambanan, Sleman.
Nah, buat yang dari Magelang tujuan Prambanan, ada jalur memutar lewat Simpang Pasar Tempel hingga Simpang Ramayana Bogem. Jaraknya cukup jauh, mencapai 30,6 kilometer. Khusus untuk bus dengan rute yang sama, akan diarahkan melalui Simpang Pasar Tempel menuju Simpang Proliman Bogem.
Menurut Heri, koordinasi untuk pengamanan dan kesiapan logistik sudah digelar dengan berbagai pihak terkait. Intinya, skema lalu lintas nanti bakal mirip dengan yang sudah diuji coba saat puncak arus Nataru.
"Dari Dinas Perhubungan Sleman berencana masih menggunakan jalur alternatif saat nataru kemarin," ujarnya menegaskan.
Persiapan tampaknya serius. Dengan berbagai opsi jalan itu, diharapkan kemacetan parah bisa diurai. Meski begitu, tetap saja kesabaran dan kewaspadaan para pemudik jadi kunci utama perjalanan mudik yang lancar dan aman.
Artikel Terkait
Rusia Ancam Targetkan Negara Eropa yang Terima Pengebom Nuklir Prancis
BPKH Bagikan Uang Saku Rp3,4 Juta per Jemaah Haji Embarkasi Solo
Salon Anastasia, Rumah Hangat bagi ODGJ yang Dipandang Sebelah Mata
Pria di Garut Diculik dan Dipaksa Makan Kotoran Ayam, Empat Pelaku Ditangkap