Di tengah ketidakpastian global, Jusuf Kalla mengumpulkan sejumlah pemikir ekonomi terbaik negeri ini. Mantan Wakil Presiden itu mengundang sembilan ekonom ternama ke kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin lalu. Tujuannya jelas tapi tidak sederhana: mencari solusi atas gejolak ekonomi yang dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah.
Pertemuan itu bukan sekadar temu biasa. Menghadapi potensi guncangan dari luar, JK sapaan akrabnya ingin merumuskan rekomendasi strategis yang bisa dijadikan panduan pemerintah. Bagaimana caranya menjaga stabilitas nasional ketika dunia di sekitar kita mulai bergejolak?
Deretan nama yang hadir pun cukup lengkap. Ada sosok-sosok senior seperti Prof. Didin Damanhuri dan Prof. Rhenald Kasali. Lalu Dr. Anthony Budiawan juga hadir memberikan pandangannya.
Tak ketinggalan, perwakilan dari berbagai kampus dan lembaga riset pun turut serta. Denni Purbasari dari UGM, Rizki Nauli dari LPEM UI, dan Yose Rizal Damuri dari CSIS ikut dalam diskusi. Nailul Huda dari Celios, Yanuar Nugroho dari Nalar Institute, serta Fadhil Hasan dari INDEF juga menyumbangkan pemikirannya.
Artikel Terkait
Iran Konfirmasi 104 Awak Kapal Perang Tewas Ditenggelamkan AS di Lepas Sri Lanka
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp90 Ribu per Kg di Pasar Jambi Menjelang Lebaran
Ibu 19 Tahun di Bekasi Buang Bayi di Tong Sampah karena Takut pada Orang Tua
Pemerintah Siapkan 10 Ruas Tol Gratis untuk Mudik Lebaran 2026