Suasana hati Nadiem Makarim jelas tak karuan. Tahun ini, mantan Mendikbudristek itu harus menjalani momen Lebaran dari balik jeruji Rutan. Bukan perkara mudah, terlebih ini pengalaman pertamanya merayakan Idul Fitri jauh dari keluarga. Rasa sedihnya begitu terasa.
Sebelum persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat berlangsung Senin lalu, ia sempat menyampaikan isi hatinya.
"Harapan saya keluarga bisa berkunjung ke saya di hari Lebaran nanti. Ini Lebaran pertama di mana saya terpisah dari keluarga. Jadi ya, cukup sedih," ujarnya.
Di sisi lain, Nadiem mengaku masih bersyukur. Meski kondisinya masih memerlukan perawatan medis untuk pemulihan, ia tetap bisa menjalankan ibadah puasa Ramadan.
"Alhamdulillah, walaupun saya masih dalam perawatan karena kondisi medis, saya masih bisa berpuasa. Sama teman-teman di Rutan juga," tuturnya.
Namun begitu, kesedihan mendalam tetap menghinggapi. Bagaimana tidak? Bulan suci yang biasanya diisi kebersamaan dengan anak-anak, kini harus dijalani di tempat yang serba terbatas. Meski begitu, ia berusaha menemukan secercah kehangatan. Suasana buka puasa bersama sesama tahanan, katanya, sedikit memberi dukungan.
"Jadi saling mendukung, paling nggak ada suasana buka bersama gitu ya. Alhamdulillah. Tapi ya sedih sekali bahwa nggak bisa bersama keluarga saya, dengan anak-anak. Itu yang sangat menyedihkanlah buat saya," ucap Nadiem, dengan nada yang berat.
Perkara yang menjeratnya tak main-main. Nadiem didakwa terlibat korupsi pengadaan laptop Chromebook semasa menjabat. Proyek senilai fantastis itu disebut-sebut menimbulkan kerugian negara hingga Rp 2,1 triliun. Sidang terus bergulir. Eksepsi yang diajukan tim hukumnya telah ditolak hakim, yang memutuskan untuk melanjutkan proses ke tahap pembuktian. Jalan masih panjang.
Artikel Terkait
Dua Kementerian Jalin Kerja Sama Kelola Hutan dan Budaya Secara Beriringan
Iran Luncurkan Serangan Rudal ke Pangkalan AS dan Israel di Kawasan Teluk
Pemkot Jakpus Bongkar 31 Bangunan Liar di Belakang Plaza Indonesia Tanpa Relokasi
Kemensos dan Kementerian PPA Kolaborasi Percepat Pemulihan Korban Bencana Sumatera