Dengan adanya jalur baru ini, lalu lintas bisa dikelola lewat dua koridor. Alhasil, beban di tol Jakarta-Cikampek utama diharapkan bisa berkurang.
Tapi tentu saja, punya jalur baru bukan berarti tanpa persiapan. Korlantas sudah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas, terutama di titik keluar seperti Bojongmangu dan Setu. Kalau sampai volume kendaraan membludak dan berpotensi menumpuk, ada rencana cadangan.
"Apabila traffic cukup tinggi, nanti akan kita keluarkan ke Deltamas sehingga tidak semuanya keluar di Setu," ungkap Irjen Agus.
Manajemen exit tol ini, katanya, akan sangat dinamis. Semua keputusan berdasarkan kondisi "traffic counting" di lapangan saat itu juga.
Selain mengandalkan personel di pos-pos pengaturan, mereka juga tak lupa memanfaatkan teknologi. Pemantauan digital secara "real-time" akan dilakukan sepanjang jalur fungsional ini. Jadi, dari ruang kendali pun, pergerakan kendaraan bisa dipantau dengan lebih cermat.
Artikel Terkait
Enam Tewas dalam Kebakaran Bus di Swiss, Polisi Duga Aksi Sengaja
Pemerintah Siapkan Skenario Kontingensi BBM dan Elpiji Antisipasi Ketegangan Iran-AS
Heeseung Tinggalkan ENHYPEN, Grup Lanjutkan Aktivitas dengan Enam Anggota
Pemerintah Siapkan Skenario Pengalihan Rute dan Anggaran Tambahan untuk Haji 2026