Masih terkait pendidikan dan politik luar negeri, ada satu program yang terus dipantau: keberlanjutan kuliah mahasiswa asal Palestina di Universitas Pertahanan. Program ini sendiri sebenarnya sudah jalan sejak 2022, ketika Prabowo masih menjabat sebagai Menhan.
Kala itu, undangan disebar untuk 20-40 pelajar Palestina. Kini, jumlahnya membengkak hampir mencapai 200 orang. Mereka tetap belajar di sini, di tengah situasi yang tidak menentu di tanah airnya.
Namun begitu, perhatian juga tertuju ke urusan domestik yang mendesak. Dengan Idulfitri yang tinggal sepuluh hari lagi, Presiden meminta laporan khusus tentang kesiapan keamanan dan kelancaran arus mudik. Ini jadi agenda penting di tengah segudang pembahasan tadi.
Rapat maraton itu dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci. Tampak hadir Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Wamenhan Donny Ermawan. Rektor Universitas Pertahanan serta Dirut PT Pindad Sigit Santosa juga turut serta.
Serangkaian pertemuan ini, meski padat, menunjukkan kompleksnya tantangan yang dihadapi. Dari pendidikan, geopolitik, hingga urusan mudik semua dapat porsi pembahasan di hari Minggu yang panjang itu.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Bareskrim Bongkar Tambang Emas Ilegal dan Gudang Antimoni di Bombana
Honda T360, Mobil Pick Up Pertama yang Tancap Gas di Indonesia pada 1963
KPK Tangkap Bupati Rejang Lebong dan 6 Orang Lain dalam OTT Dugaan Suap Proyek
Pakistan Berlakukan Kerja 4 Hari dan Perpanjang Libur Sekolah Imbas Lonjakan Harga Minyak