Jakarta – Ruang kreatif jadi topik hangat dalam pertemuan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dengan Forum Ekonomi Kreatif Banten (FEKRAF Banten) belum lama ini. Intinya, infrastruktur semacam ini dinilai sebagai fondasi penting untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif di daerah.
Menurut Riefky, kehadiran ruang kreatif itu bukan sekadar gedung. Lebih dari itu, ia berfungsi sebagai wadah nyata yang mempertemukan komunitas dengan pemerintah. “Ekraf ini kan banyak lahir dari komunitas,” ujarnya.
“Untuk itu komunitas harus terus semakin dekat dengan pemerintah karena tujuannya sama. Dan kita yakin bahwa kalau ini terus bergulir manfaatnya untuk pemerintah daerah, PAD-nya akan bertambah, lapangan kerja terbuka, dan banyak kegiatan-kegiatan positif dari ekraf,” tambahnya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).
Ia melihat gelombang potensi dari generasi muda di berbagai daerah semakin kuat. Kreativitas tak lagi dipandang sebagai hobi semata, melainkan sudah jadi sumber penghidupan yang serius.
“Kita memang melihat sekarang hampir setiap daerah anak-anak mudanya itu mempunyai potensi yang luar biasa,” ungkap Riefky.
“Bukan sekadar hobi, tapi menjadikan ekonomi kreatif ini sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi daerahnya, dan bisa buka lapangan kerja untuk generasi muda. Banten ini merupakan salah satu provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif berdasarkan RPJMN.”
Di sisi lain, upaya sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah terus digenjot. Kementerian Ekraf sendiri telah menyerahkan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) untuk ditandatangani Presiden. Dokumen ini diharapkan bisa jadi pedoman strategis yang menyelaraskan program pengembangan ekonomi kreatif secara nasional.
“Inilah menjadi sebetulnya arahan sinkronisasi dari pusat hingga daerah,” ucap Riefky. “Kami sangat mendukung dan mengapresiasi upaya kolaborasi dengan berbagai sektor dalam hexahelix untuk meningkatkan infrastruktur ekraf di daerah.”
Nah, dari pihak daerah, FEKRAF Banten yang merupakan wadah independen para pelaku kreatif di Banten menyampaikan sejumlah aspirasi. Ketuanya, M. Irfan, menyebut audiensi ini adalah momentum tepat untuk memaparkan potensi sekaligus tantangan yang mereka hadapi.
“Kami menyampaikan beberapa permohonan kepada pemerintah untuk mendapatkan dukungan konkret, baik dari sisi kebijakan maupun fasilitas,” kata Irfan.
“Dalam hal ini, kami memohon adanya atensi khusus dari kementerian untuk program revitalisasi atau pembangunan creative hub dan event yang representatif di Kota Serang.”
Pertemuan itu sendiri dihadiri cukup banyak pihak. Dari FEKRAF Banten, hadir antara lain Ovie Rambo, Nagarjuna, Faris NY, Asep Lopang, Febriansyah, dan Intan Imelda.
Sementara dari Kementerian Ekraf, Menteri Teuku Riefky didampingi Deputi Pengembangan Strategis Ekraf Cecep Rukendi serta Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala.
Artikel Terkait
BSN Salurkan 245 Hewan Kurban ke Masyarakat di Seluruh Indonesia
Tangis Haru dan Saling Memaafkan Warnai Puncak Wukuf Jemaah Haji ESQ Tours di Arafah
Militer Israel Klaim Tewaskan Kepala Baru Sayap Bersenjata Hamas di Tengah Gencatan Senjata
Anak-anak Gaza Paksa Bekerja di Tengah Puing Iduladha demi Menopang Keluarga