Intinya, dengan hadirnya UPT di daerah, proses fasilitasi dan pendampingan bagi pelaku usaha diharapkan bakal lebih cepat. Tak cuma itu, sinergi dengan pemerintah daerah, LP3H, hingga perguruan tinggi juga bisa lebih diintensifkan. Harapannya jelas: membangun ekosistem halal yang benar-benar solid dan berkelanjutan.
Posisi Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia membuat langkah ini makin krusial. Penguatan di sini bukan cuma untuk pasar domestik, tapi juga menyiapkan produk lokal untuk bersaing di kawasan regional. Bayangkan, produk dengan sertifikat halal resmi punya nilai jual dan kepercayaan yang lebih tinggi.
Pada akhirnya, targetnya sederhana: mendorong lebih banyak pelaku usaha di perbatasan untuk mengantongi sertifikat halal. Jika ini berjalan, produk lokal bisa merambah pasar lebih luas. Kepercayaan konsumen meningkat. Peluang ekspansi pun terbuka lebar.
Di sisi lain, upaya ini juga mencerminkan komitmen pemerintah yang serius. Mereka ingin ekonomi berbasis halal tumbuh pesat, sekaligus menegaskan posisi Indonesia di peta industri halal global. Semuanya dimulai dari titik-titik strategis seperti Kalimantan Barat ini.
Artikel Terkait
Anggota DPR Soroti Dampak Mahalnya Tiket Pesawat pada Kesehatan dan Pendidikan
Studi di Jerman Temukan Kontaminasi Plasticizer pada 92% Sampel Urin Anak dan Remaja
Kapolres dan Wabup Rohil Pastikan Stok BBM dan Elpiji 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026
Tiga Anak Tewas Terbakar di Sorong, Diduga Dipicu Main Korek Api