Tekanan itu terbawa ke set kedua. Raymond/Joaquin berusaha tampil lebih agresif, mencoba menekan dari awal. Namun, pasangan Korea itu tampil sangat solid. Mereka seperti bisa membaca setiap gerakan lawan. Pertahanan mereka rapat, serangan baliknya tajam. Mereka cepat membangun keunggulan 11-7.
Di sisi lain, Raymond dan Joaquin terlihat kesulitan. Pola permainan mereka seolah dipatahkan terus-menerus. Kim/Seo tak memberi ruang, mendominasi jalannya pertandingan hingga akhirnya menutup pertemuan dengan kemenangan 21-13 di gim kedua.
Kekalahan ini sekaligus menandai akhir perjalanan Indonesia di All England tahun ini. Semua harapan pupus. Sebelumnya, perwakilan di sektor lain tunggal putra, tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran sudah lebih dulu terhenti di perempat final.
Ini tentu jadi catatan pahit. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada satu pun wakil Merah Putih yang bisa melangkah ke babak final turnamen bergengsi Super 1000 ini. Sebuah hasil yang pasti membuat para penggemar bulu tangkis dalam negeri merasa kecewa.
Artikel Terkait
Rusun Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng Timur Ludes Terbakar
Ribuan Ojol dan Buruh Kamtibmas Deklarasi Dukung Polri di Palembang
Warga Ampenan Menanti Kepastian Pembangunan Pemecah Gelombang
Hujan Semalaman Rendam 105 RT dan 19 Ruas Jalan di Jakarta