Senin lalu, suasana di rumah Sakinah Al Janah (15) di Desa Kepuh, Sukoharjo, tiba-tiba berubah kacau. Remaja itu baru saja membuka paket karpet yang dibelinya secara online. Tanpa diduga, dari dalam bungkusan plastik yang sudah dibuang, seekor ular kobra menyembul dan langsung menggigit tangan kirinya.
Panik tentu saja melanda. Sakinah pun segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Menurut keterangan kakaknya, ular itu diduga sudah ada di dalam paket belanja online yang diterima korban.
Hingga Jumat ini, kondisi Sakinah masih memprihatinkan. Ia harus menjalani perawatan intensif di RS Ir Soekarno Sukoharjo.
“Awalnya adik saya cuma mau buka paket karpet yang dipesan lewat online. Karena ukurannya panjang, dibukanya dengan ditarik dari atas. Dari karpetnya sendiri sih nggak ada yang aneh,” jelas Devia Khaerunnisa, kakak korban.
Setelah karpet dikeluarkan, sisa bungkusan plastiknya langsung dibuang ke tempat sampah.
Tapi siapa sangka? Tak lama berselang, dari tumpukan plastik itulah ular itu muncul. Gerakannya cepat.
“Dia kaget banget, ularnya tiba-tiba keluar begitu aja. Ternyata itu anak ular kobra. Secara refleks, langsung saja dia menggigit tangan kiri adik saya, persis di bagian bawah siku,” ujar Devia menirukan kejadian yang mencekam itu.
Soal asal-usul ular tersebut, keluarga masih bingung. Devia mengaku tidak tahu pasti, apakah binatang itu berasal dari penjual atau justru menyusup di perjalanan via jasa ekspedisi.
“Waktu paket sampai, plastik pembungkusnya sudah dalam keadaan terbuka. Bisa jadi dari penjual, atau mungkin dari pihak ekspedisi,” katanya.
Yang jelas, saat proses unboxing tadi, ularnya sama sekali tidak kelihatan. Baru setelahnya dia muncul. Mendapat informasi dari komunitas pecinta reptil, ular yang menggigit Sakinah diduga adalah anakan kobra. Meski begitu, jenis pastinya apakah king kobra atau kobra Jawa belum bisa dipastikan.
“Kondisinya masih lemas. Dokter bilang harus dirawat intensif dan rencananya akan ada tindakan operasi dengan pembiayaan umum,” papar Devia soal keadaan adiknya.
Di sisi lain, keluarga memilih untuk tidak menuntut apa pun kepada penjual karpet. Meski begitu, mereka berharap kejadian langka ini jadi perhatian serius, terutama bagi jasa pengiriman barang.
“Adik saya ini anak yatim. Kami nggak menuntut ganti rugi. Cuma berharap kejadian ini diperhatikan dan ditindaklanjuti oleh pihak ekspedisi, biar nggak terulang lagi,” pungkas Devia dengan nada prihatin.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu