"Selain menimbulkan korban jiwa, banjir bandang juga menyebabkan sejumlah rumah warga terdampak material lumpur, tanah, dan sampah yang terbawa arus. Hingga saat ini, kerugian materiel masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang," ucapnya.
Kondisi cuaca ke depan tampaknya belum akan membaik. Prakiraan BMKG menyebutkan, dalam dua hari mendatang Bali masih berpeluang diguyur hujan sedang hingga lebat. Bisa juga disertai petir dan angin kencang. Situasi ini jelas mengkhawatirkan, karena berpotensi memicu bencana hidrometeorologi lain seperti banjir bandang atau tanah longsor, khususnya di daerah berbukit dan dekat aliran sungai.
Menyikapi hal ini, BNPB pun mengeluarkan imbauan. Pemerintah daerah diminta untuk siaga penuh. Pemantauan cuaca harus diperketat, personel dan peralatan darurat harus siap sedia. Sosialisasi ke warga di zona rawan juga perlu ditingkatkan.
Untuk masyarakat sendiri, pesannya jelas. Bagi yang tinggal di dekat sungai atau daerah perbukitan, kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama saat hujan turun lama dan lebat. Membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan adalah langkah kecil yang penting. Dan yang utama: jika air tiba-tiba naik dengan cepat, jangan tunggu perintah. Segera evakuasi diri ke tempat yang lebih aman.
"Masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai dan wilayah perbukitan diimbau untuk tetap waspada, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama. Warga juga disarankan untuk membersihkan saluran drainase, tidak membuang sampah ke sungai, serta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba," tandas Abdul menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Aktivis Ermanto Usman
Netanyahu Klaim Israel Kuasai Langit Iran, Perang Diyakini Berlanjut
Polisi Beri Teguran Lisan kepada Pelaku Aksi Zig-zag di Tol Becakayu
Ajax Amsterdam Tumbang 1-3 dari Groningen, Marten Paes Kebobolan Tiga Kali