Hujan deras yang mengguyur wilayah Buleleng, Bali, Jumat malam lalu, berubah menjadi malapetaka. Sekitar pukul delapan malam, banjir bandang tiba-tiba menyapu Desa Banjar di Kecamatan Banjar. Arusnya begitu kuat, menghanyutkan apa saja yang dilaluinya. Delapan warga setempat terseret derasnya air. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara nasib dua lainnya masih belum diketahui hingga berita ini diturunkan. Empat orang berhasil diselamatkan, selamat dari terjangan air yang datang begitu cepat.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, bencana ini terjadi pasca hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.
"Pada Sabtu, seluruh korban meninggal dunia telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah duka oleh tim gabungan," jelas Abdul, Sabtu (7/3/2026).
Pencarian terhadap dua warga yang hilang masih terus dilakukan. Upaya ini melibatkan banyak pihak: BPBD dari tingkat kabupaten hingga provinsi, Tim SAR, relawan PMI, ditambah aparat desa dan warga biasa yang turun tangan. Mereka tak hanya mencari. Di sela-sela operasi, mereka juga mulai membersihkan lumpur, tanah, dan sampah yang memenuhi rumah-rumah warga. Material longsoran yang sempat memutus akses jalan pun dibersihkan agar mobilitas tetap lancar.
Bantuan logistik sudah mulai disalurkan BPBD Buleleng. Namun begitu, dampak kerusakan sebenarnya masih dalam proses pendataan. Abdul menambahkan, selain korban jiwa, banyak rumah warga yang terendam material kotor yang terbawa arus.
Artikel Terkait
Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Aktivis Ermanto Usman
Netanyahu Klaim Israel Kuasai Langit Iran, Perang Diyakini Berlanjut
Polisi Beri Teguran Lisan kepada Pelaku Aksi Zig-zag di Tol Becakayu
Ajax Amsterdam Tumbang 1-3 dari Groningen, Marten Paes Kebobolan Tiga Kali