"Hari ini Iran akan dihantam sangat keras. Wilayah dan kelompok orang yang sebelumnya tidak dipertimbangkan sebagai target kini sedang dipertimbangkan untuk dihancurkan sepenuhnya," ancam Trump. Pernyataan ini kontras dengan klaim sebelumnya soal Iran yang sudah 'menyerah'.
Iran Bertekad Bertahan
Lantas, bagaimana tanggapan Iran? Sebelum klaim Trump muncul, perwakilan Iran di PBB, Amir Saeid Iravani, sudah bersikap keras. Ia menegaskan Iran akan terus membela diri tanpa henti.
Iran akan bertahan sampai agresi dan apa yang disebutnya "tindakan barbar Amerika Serikat dan Israel" benar-benar dihentikan, kata Iravani. Pernyataan itu menunjukkan tekad yang jauh dari kata menyerah.
Ketegangan di kawasan memang sedang memuncak. Semuanya berawal dari serangan udara AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari. Serangan itu dikabarkan menelan korban jiwa yang tidak sedikit lebih dari 900 orang tewas. Di antara korban disebutkan ada Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan sedikitnya 165 siswi sekolah.
Tak tinggal diam, Iran membalas. Mereka meluncurkan drone dan rudal yang menargetkan lokasi-lokasi terkait AS di beberapa negara Teluk. Situasinya rumit, dan klaim-klaim yang beredar justru menambah keruhnya peta konflik.
Artikel Terkait
Ajax Amsterdam Tumbang 1-3 dari Groningen di Eredivisie
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Minggu Ini
Ian Huntley, Pembunuh Dua Anak di Soham, Tewas Diserang di Penjara
Persita Tangerang Hajar Madura United 4-1 di Lanjutan Liga Super