Di sisi lain, Iran sendiri tampaknya tak gentar. Melalui juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, mereka menyatakan kesiapan penuh untuk "perang berkepanjangan".
Naeini bahkan mengancam akan memperkenalkan persenjataan strategis baru yang belum pernah dilihat dunia. Menurutnya, serangan yang telah dilakukan Iran sejauh ini dalam Operasi "Janji Sejati 4" baru menggunakan sebagian kecil dari kemampuan sebenarnya.
"Inisiatif dan senjata baru Iran sebentar lagi," kata juru bicara tersebut.
"Teknologi ini belum dikerahkan dalam skala besar. Musuh harus bersiap untuk serangan menyakitkan di setiap gelombang operasi yang akan datang," cetusnya, seperti dilansir Press TV, Jumat (6/3/2026).
Jadi beginilah situasinya sekarang. Ancaman berbalas ancaman, peringatan saling menumpuk. Dunia seperti menahan napas, menunggu gelombang berikutnya dari kedua pihak yang sama-sama enggan mundur.
Artikel Terkait
Trump Buka Pintu Negosiasi dengan Kuba, tapi Ancaman Militer Masih Menggantung
Polda Banten Gelar Penanaman Jagung Serentak, Capai 75% Target Swasembada
Trump Klaim Iran Minta Maaf dan Berjanji Tak Serang Tetangga, Klaim Tak Terkonfirmasi
NasDem Fokus Perbaiki Basis Jawa yang Lemah Menuju Target 100 Kursi di 2029