Dalam sebuah percakapan telepon yang tegang, Presiden Iran Masoud Pezeshkian kembali menegaskan posisi negaranya. Komitmen untuk mempertahankan kedaulatan, katanya, tak akan goyah. Namun di sisi lain, Iran juga tetap membuka jalan bagi perdamaian yang abadi. Pernyataan ini muncul di tengah situasi panas, menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya.
Percakapan itu dilakukan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pezeshkian tak ragu menyampaikan kecamannya atas apa yang disebutnya tindakan agresif dari Washington dan Tel Aviv.
Semua ini berawal dari aksi militer AS dan Israel pada akhir Februari lalu. Serangan itu bukan main-main Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. Iran pun tak tinggal diam. Balasan datang berupa hujan rudal dan drone, yang diarahkan baik ke wilayah Israel maupun sejumlah pangkalan militer AS di kawasan.
Dengan nada keras, Pezeshkian mengecam pembunuhan terhadap Ayatollah Khamenei. Menurutnya, itu adalah tindakan yang melanggar hukum internasional. Dia juga menyoroti apa yang dilihatnya sebagai sikap arogan kekuatan asing.
Artikel Terkait
492 Dapur Gizi di Sumatera Ditutup Sementara Mulai 9 Maret 2026
Sheila Dara Aisha: Dari Pendamping Vidi Aldiano Hingga Pemenang FFI 2025
Rapper Balendra Shah Kalahkan Mantan PM Oli di Pilkada Nepal
Polda Riau Kembangkan Pupuk Organik Cair untuk Dongkrak Produksi Jagung Lokal