Program ini sendiri adalah bagian dari transformasi operasional Polri. Gagasannya sederhana: mendekatkan diri pada rakyat. Lima puluh tujuh jembatan itu dibangun untuk menyambungkan daerah-daerah yang sebelumnya terisolir, tempat distribusi logistik dan hasil bumi kerap tersendat.
“Mudah-mudahan ini bisa menambah semangat dari anggota-anggota kita untuk bisa bekerja lebih baik,” harap Sigit.
Acara peresmian itu sendiri cukup ramai. Kapolri tak sendirian. Ia didampingi Wamentan RI Sudaryono dan Dirut Perum Bulog RI, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani. Gubernur Sumsel Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho, serta Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis juga hadir.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo ikut memantau dari jauh, secara virtual dari Polda Metro Jaya. Sementara di lapangan, Sigit dikelilingi sejumlah pejabat utama Mabes Polri seperti Kabaintelkam Komjen Yuda Gustawan dan Dankorbrimob Komjen Ramdani Hidayat.
Selain penandatanganan prasasti simbolis, momen itu juga dimanfaatkan untuk meresmikan fasilitas lain. Ada PAAKRI City Park dan Wisma Grand Kemala Polda Sumsel yang sudah direnovasi. Sebuah hari yang cukup padat, dan mungkin, sangat berarti bagi warga di pelosok yang kini jalannya tak lagi terputus.
Artikel Terkait
Iran Tantang AS di Selat Hormuz, Klaim Serangan Kapal Tanker
Gubernur Pramono Tegaskan KJP dan KJMU Tak Akan Dikurangi di Buka Puasa Golkar DKI
Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras dan Perluas Target Penghancuran
Polri Tanam Jagung Serentak di Seluruh Indonesia untuk Dukung Ketahanan Pangan