Ramadan di Jakarta selalu punya magnetnya sendiri. Salah satunya adalah keriuhan 'war' takjil di Bendungan Hilir, atau yang lebih dikenal dengan Benhil. Kawasan itu sudah jadi ikon, tempat orang-orang berburu hidangan untuk berbuka. Tapi tahun ini, ceritanya agak berbeda.
Di balik keramaian yang terlihat, banyak pedagang justru mengeluh. Omzet mereka anjlok, jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Padahal, istilah 'war' sendiri seolah menjanjikan keriuhan pembeli yang saling berebut.
Yusra, salah satu pedagang di sana, merasakan betul penurunan itu. Pria yang biasa jual nasi padang ini, selama Ramadan menawarkan bubur kampiun. "Kalau tahun kemaren sih kita bisa laku seribu porsi sehari," ujarnya.
Tapi sekarang? Jauh sekali.
Artikel Terkait
Presiden Iran Kecam AS-Israel dalam Telepon dengan Putin, Desak Dukungan Internasional
Malut United Tantang PSM Makassar yang Terpuruk di BRI Liga 1
Kapolri Pimpin Aksi Tanam Jagung Nasional, Targetkan Produksi Hampir 2 Juta Ton
Perang dengan Iran Rugikan Ekonomi Israel Rp50 Triliun per Pekan