Menurut Denih, latihan semacam ini punya tujuan yang jelas. Selain untuk mempertajam kemampuan prajurit dalam mengoperasikan alutsista penangkal serangan udara, yang tak kalah penting adalah melatih insting.
"Setiap prajurit harus memiliki naluri tempur, respons cepat, dan profesionalisme tinggi dalam setiap pelaksanaan tugas," tegas Denih.
Harapannya, dengan latihan yang rutin dan realistis, para prajurit bisa bertindak lebih cepat dan tepat jika suatu saat menghadapi situasi sesungguhnya. Di sisi lain, ini juga menjadi bentuk kesiapsiagaan TNI AL di wilayah perbatasan utara Indonesia.
Artikel Terkait
Kapolri Pimpin Penanaman Jagung Serentak untuk Dukung Program Pangan Prabowo
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Peringatkan Indonesia Akan Berebut Pasokan Migas dengan China dan India
Fadli Zon Apresiasi Kolaborasi Swasta dalam Pemajuan Museum dan Cagar Budaya
TNI Buka Pendaftaran Taruna Akademi TNI 2026, Berikut Syarat dan Jadwalnya